Agustinus Tetiro
Freud pastilah seorang raja psikologi dalam pengertiannya yang paling dasar: ilmu jiwa. Semua psikolog dan mahasiswa psikologi ingin berbicara tentang (dan bersama) Freud. Atau, kalaupun tidak, mereka akan mencari alasan yang paling menyakinkan mengapa (menghindari dan) tidak membahas Freud.
Sigmund Freud lahir di Freiberg pada 6 Mei 1856. Pada masa kecilnya, Freud membaca dengan sangat tekun karya sastra Yunani dan kisah-kisah Bangsa Yahudi. Dikenal luas sebagai pendiri aliran psikoanalisis. Kehidupan jiwa, menurut pria Austria keturunan Yahudi ini, memiliki 3 tingkatan: sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Alam bawah sadar yang sebagian besar mengendalikan perilaku manusia adalah konsepnya yang paling terkenal. Alam bawah sadar yang diperkenalkan Freud didasari pada hasrat seksualitas (eros) manusia sejak kecil dari ibunya. Lalu, hasrat itu berkembang, terutama tersublimasi sesuai norma ayah, aturan masyarakat dan harapan warga.
Senin, 14 Maret 2016
Ahok hebat, partai juga (perlu dibikin kian) hebat
Valens Daki-Soo
Ini status pribadi, karena secara resmi DPP PDI Perjuangan sudah mengeluarkan surat edaran agar para kadernya baik di struktur/pengurus maupun di eksekutif dan legislatif serta para anggota partai tidak lagi memberikan komentar yang bikin publik tambah gaduh.
Tidak semua elite partai sama pandainya bicara di depan publik, seperti tidak semua orang sama baiknya dalam merumuskan pikiran berbentuk tulisan.
Tidak semua politisi mampu berpikir analitis dan intelektual, sehingga sering suatu istilah bisa disemburkan begitu saja tanpa memahami makna sejatinya. Tidak semua politisi mampu berpikir ataupun berbicara logis dan sistematis -- seperti juga tidak semua orang sanggup berpikir dan bertindak etis.
Ini status pribadi, karena secara resmi DPP PDI Perjuangan sudah mengeluarkan surat edaran agar para kadernya baik di struktur/pengurus maupun di eksekutif dan legislatif serta para anggota partai tidak lagi memberikan komentar yang bikin publik tambah gaduh.
Tidak semua elite partai sama pandainya bicara di depan publik, seperti tidak semua orang sama baiknya dalam merumuskan pikiran berbentuk tulisan.
Tidak semua politisi mampu berpikir analitis dan intelektual, sehingga sering suatu istilah bisa disemburkan begitu saja tanpa memahami makna sejatinya. Tidak semua politisi mampu berpikir ataupun berbicara logis dan sistematis -- seperti juga tidak semua orang sanggup berpikir dan bertindak etis.
Langganan:
Komentar (Atom)

